kesetaraan gender
sehubungan dengan hari kartini kemarin, di TVRI tadi pagi ada bincang-bincang soal kesetaraan gender... topiknya menarik... nara sumber yang hadir diantaranya GKR Hemas (istri dari Sri Sultan HB X) dan Putu Wijaya...
disaat ada sesi interaktif... itu lho yang pemirsanya boleh telpon buat ngasih komentar atau bertanya... ada komen-komen menarik... simak deh dua diantaranya yang aku pikir paling menarik dibawah ini... perlu diingat ya kalo komen-komen ini gak sama persis, cuma aku ambil sarinya aja...
komen pertama dari seorang ibu:
bedanya laki-laki dan perempuan kan sebenernya cuma kalo perempuan bisa hamil dan melahirkan, laki-laki tidak... itu kodratnya... selain dari itu, kodrat laki-laki dan perempuan sama koq... jadi mulai dari cari uang, urus rumah dan mendidik anak-anak itu sebenernya tugas berdua... laki-laki dan perempuan...
wah aku setuju banget sama ibu ini... kalo perempuan bisa juga cari uang seperti laki-laki... kenapa laki-laki gak bisa juga masak atau bersih-bersih rumah dan mengurus dan mendidik anak membantu kaum ibunya ya gak? apalagi kalo dah menyangkut soal anak... anak itu kan titipan Tuhan buat kedua orang tuanya... bukan cuma ibunya...
komen kedua, datang dari seorang bapak... jadi gini, komen si bapak ini menanggapi komen GKR Hemas sebelum sesi interaktif dimulai... yang menyinggung contoh ketidak-setaraan gender di indonesia yaitu (1) dengan berkedok agama, wanita dilarang keluar malam... padahal kalo memang pekerjaannya menuntut wanita itu untuk keluar malam, kenapa tidak diperbolehkan... misalnya bidan dan dokter-dokter ahli kandungan... (2) dibatasinya perempuan-perempuan yang duduk di instansi-instansi pemerintah... begini komennya:
(1) larangan untuk perempuan keluar malam itu dibuat agama ditujukan sebagai perlindungan buat si kaum wanita itu sendiri... bukan untuk mengekang...
(2) dan perempuan masih banyak yang bodoh, karna itu kesetaraan gender tidak bisa diberikan untuk semua perempuan...
wah begitu denger komen ini, aku rasanya pingin langsung ikut telpon buat ngasih komen balasan... tapi pak Putu Wijaya dah juga ngasih komen balasan yang cukup jitu... kata pak Putu:
yang perlu perlindungan itu bukan cuma perempuan... laki-laki juga perlu perlindungan... perlindungan buat gak korupsi... perlindungan supaya gak gampang tergoda dan menjadikan itu sebagai alasan buat beristri banyak..........
yang bodoh pun gak cuma perempuan... laki-laki yang bodoh pun banyak... pandangan yang seolah-olah kebebasan itu dikasih kaum laki-laki untuk kaum perempuan itu salah besar... yang sebenernya, kebebasan memilih buat kaum perempuan itu memang haknya mereka... bukan dikasih dari kaum laki-laki...
wah lagi-lagi aku setuju banget... kebebasan itu milik semua orang... bukan cuma milik kaum laki-laki... tapi memang bukan berarti dengan adanya kesetaraan gender trus kaum perempuan ganti mau 'menjajah' kaum laki-laki... kita itu sama derajatnya... setara...
tapi di timur itu emang lucu ya... kalo ada masalah yang melibatkan laki-laki dan perempuan, selalu aja laki-laki yang sering dimenangin... misal, ada kasus perkosaan... bukannya laki-laki yang diadili, malah perempuan yang disalahin cara pake bajunya... loh?? apa dari kecil laki-laki itu gak diajarin untuk menghargai perempuan? apa laki-laki itu gak bisa mengontrol diri sendiri? gimana mau jadi nahkoda rumah tangga yang ngatur seisi rumah kalo ngatur diri sendiri aja gak becus? laki-laki itu manusia, sama seperti perempuan... yang diberi kelebihan kebebasan untuk mengatur diri sendiri... kalo kita gak bisa mengontrol diri sendiri terlebih mengontrol nafsu... apa bedanya manusia dengan binatang??
membela kesetaraan gender, bukan berarti trus aku membabi-buta... di radio kemarin sekilas ada himbauan soal jumlah menteri perempuan di kabinet... ada yang minta supaya jumlahnya sama antara menteri laki-laki dan perempuan... nah itu aku gak setuju juga... yang harus duduk di kabinet itu ya emang harus orang yang mampu... gak peduli dia laki-laki apa perempuan... kalo cuma mementingan gender tanpa kualitas... mau jadi apa negara kita ini? kapan majunya?
itu pendapat pribadi saya... kalo pendapat kamu?




There
Perdebatan mengenai kesetaraan gender, memang sesuatu yang sangat klise. Memang kalo kita memandang segala sesuatunya dari kaca agama, kita akan selalu melihat bahwa wanita adalah bagian dari tulang rusuk pria, dan kitab suci juga menyatakan kalo posisi wanita lebih bawah dibanding pria. Tetapi sesuatu yang harus kita bahas disini adalah masih relevankah pembahasan gender selalu dari sudut pandang agama? apakah ayat dalam kitab suci tersebut tidak dikarenakan budaya pada saat tersebut adalah masih seperti itu?Seiring dengan kemajuan jaman kita harus meng adjust pandangan-pandangan bahwa laki-laki harus selalu lebih unggul dibanding wanita. Karena pada kenyataannya adalah banyak sekali yang bisa dilakukan oleh laki-laki juga bisa dilakukan oleh wanita. Kecuali sesuatu yang bersifat alami (melahirkan etc), tapi kali untuk urusan yang merupakan rule manusia seperti masak atau mengurus anak, semuanya harus dilakukan dengan dasar partnership. Di Eropa, kesetaraan gender merupakan sesuatu yang sudah lama dilakukan. Dan itu sebabnya mungkin masyarakat eropa lebih maju dibanding masyarakat asia khususnya Indonesia. Kita selalu terjebak dengan perdebatan antara gender dari sisi agama. Saya bahkan pernah melihat di salah satu supermarket di kemang ada tempat parkir khusus ladies driver, karena perempuan dianggap tidak sejago pria dalam menyetir. Intinya adalah sudah nggak jaman lagi bahwa pria harus selalu superior dibanding wanita. Dalam hal rumah tangga menurut saya yang lebih bagus adalah pernikahan dikelola sepeti partnership.Pria juga bisa juga memasak, mencuci piring buat keluarga. Anak harus dididik bersama. Keputusan dibikin bersama.Kalo kita selalu terjebak dalam perdebatan hal-hal gender dari sudut agama, maka saya yakin Indonesia tidak akan pernah maju seperti Eropa.